Pages

awalnya ini adalah blog yang kami buat untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah TIK namun sekarang ini adala blog yang kami kelola untuk membagi ilmu kami di bidang kami yaitu sekolah dasar...

On Minggu, 20 Juni 2010 0 komentar



Sinar Matahari Bisa untuk Menggoreng Telur

SETO Hanif Mustajab terheran-heran saat isi telur itu perlahan-lahan mulai matang diterpa sinar matahari. Keheranan siswa kelas V sekolah dasar (SD) itu pun bertambah ketika melongok di bawah wajan tempat telur tersebut tidak ada bara api kompor.

Hanya ada sebentuk wajan dari logam yang lebih cekung dengan ukuran lebih besar, berdiameter sekitar satu meter yang ada di bawahnya. Alat yang bagian dalam mengkilat itu terletak beberapa puluh sentimeter di bawah wajan. Namun pengumpulan titik sinar matahari yang terpantul lewat peralatan senderhana tersebut tepat berada pada penggorengan.

"Oh, ternyata sinar matahari bisa untuk menggoreng telur. Kok bagus ya," gumannya di sela-sela riuhnya tepuk tangan anak-anak sebayanya yang berdesakan mengelilingi "atraksi" tersebut.

Ya, Kamis (16/12) siang itu Seto bersama ratusan siswa kelas IV, V, dan VI SD Muhammadiyah 2 Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, menyaksikan demonstrasi teknologi tenaga surya di halaman Masjid Agung di kawasan Alun-alun Lor. Sejumlah 32 peragaan ditampilkan Mr Ranto Grup, penyaji atraksi dengan tenaga surya yang diolah melalui solar sell. Beberapa di antaranya yakni membunyikan radio dan sirene dengan sinar matahari, menggerakkan kipas angin dengan tenaga surya, dan pompa air bertenaga surya.

"Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang penggunaan sumber daya alam, dalam hal ini sinar matahari untuk penerapan teknologi. Biar mereka tahu secara langsung penggunaan itu dan tidak hanya mendapatkan secara teoritis di kelas," kata Kepala SD Muhammadiyah 2, Sugiyatmo AM.

Dengan demikian, ungkap dia, 300 siswa yang ditunjukkan atraksi tersebut dapat memahami teori-teori dasar yang diajarkan di kelas. Pengenalan-pengenalan yang bersifat demo seperti itu, dinilai dapat lebih memudahkan siswa menangkap terapan teknologi, meski pada tingkat dasar.

Pelajaran IPA

Tetapi mengapa terapan teknologi tenaga surya sederhana itu hanya didemonstrasikan kepada para murid kelas IV, V, dan VI? Kenapa tidak mulai dari siswa kelas I?

"Kepada mereka yang sudah kelas IV diberikan pelajaran IPA dan sains mengenai potensi sumber daya alam. Kini mereka melihat praktiknya. Dari serapan mereka, diharapkan akan mengimbaskan cerita-cerita dan pengetahuan sederhana kepada adik-adiknya di kelas I, II, dan III," tuturnya.

Lebih-lebih, peragaan seperti itu nanti juga dijabarkan di kelas oleh para guru. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi pemahaman yang lebih dalam dan menyeluruh bagi para siswa.

Lalu, mengapa praktik terapan teknologi itu tidak diajarkan langsung oleh guru-guru setempat?

Kepala sekolah itu menuturkan, pihaknya sengaja mengundang penyaji terapan yang sudah terbiasa melakukan peragaan-peragaan seperti itu.

Artinya, para penyaji tentu lebih menguasai peragaan-peragaan tersebut dibandingkan dengan para guru yang lebih banyak menyampaikan teori.

Sementara itu Ranto, pimpinan Mr Ranto Grup mengatakan, kelompoknya sudah sering melakukan peragaan terapan teknologi di sekolah-sekolah. Tak hanya SD, tetapi juga SMP dan SMA.

"Kami punya sederet daftar atraksi teknologi untuk anak-anak sekolah di berbagai tingkatan. Kami memang membuat alat-alat peraga itu untuk memudahkan pemahaman anak sekolah," kata Ranto, warga Wedi, Klaten, yang mempunyai lima kru untuk menjalankan usaha jasanya itu.(Setyo Wiyono-80s)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar